Liburan ke Monumen Jogja Kembali (Monjali)
July 15th, 2008
Pada saat liburan sekolah kemarin kami sekeluarga, bapak, ibu dan lima anak bersaudara pergi ke Monjali. Walaupun sudah beberapa tahun menetap di kota Jogjakarta, tapi kami baru sekali lho ke Monjali. Dengan liburan ke Monjali selain santai juga menambah ilmu terutama sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.
Apakah Monjali itu ?
Monjali adalah singkatan dari Monumen Jogja Kembali. Monjali merupakan monumen untuk mengenang serangan 1 Maret 1945 dalam merebut kota Jogjakarta dari penjajah Belanda. Sejarah mengatakan bahwa pada tahun 1949 simbol ibukota negara saat itu yaitu jogjakarta telah di kuasai belanda pasca agresi militer yang mereka lakukan. Namun kemudian pada tanggal 1 Maret pasukan pejuang kemerdekaan melakukan serangan dan akhirnya berhasil memukul mundur tentara agresor, dan pejuang berhasil menguasai Jogjakarta selama 6 jam. serangan ini kita kenal dengan serangan umum 1 maret. serangan ini dipicu oleh propaganda penjajah belanda yang menyatakan indonesia yang baru memproklamasikan kemerdekaannya sudah tidak ada alias telah dikuasai kembali oleh belanda.
Berita perlawanan selama enam jam ini kemudian dikabarkan ke Wonosari, diteruskan ke Bukit Tinggi, lalu Birma, New Delhi (India), dan berakhir di kantor pusat PBB New York. Dari kabar ini, PBB yang menganggap Indonesia masih eksis dan telah merdeka. kemudian memaksa PBB mengadakan pertemuan Komisi Tiga Negara (KTN). Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Des Indes Jakarta pada tanggal 14 April 1949 ini, wakil Indonesia yang dipimpin Moh. Roem dan wakil Belanda yang dipimpin Van Royen, menghasilkan sebuah perjanjian yang ditanda tangani pada tanggal 7 Mei 1949. perjanjian ini kemudian disebut dengan perjanjian Roem Royen (Roem Royen Statement). Dalam perjanjian ini Belanda harus menarik pasukannya dari Indonesia, serta memulangkan Presiden dan Wakil Presiden, Soekarno-Hatta ke Jogja. Hingga akhirnya pada tanggal 27 Desember 1949 secara resmi Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia.
Isi dari Monjali
Disekeliling monumen diberi kolom ikan bagaikan lingkaran parit besar yang melindungi istana raja raja eropa kuno. Di parit besar tersebut juga ada fasilitas kereta air. Saat itu kami lima anak bersaudara juga menyewa kereta air 2 buah. Asyik lho keliling Monjali sambil naik kereta air.
Masih diluar, ketika pertama kali masuk kita akan dapat melihat replika Pesawat Cureng di dekat pintu timur serta replika Pesawat Guntai di dekat pintu barat. Menaiki podium di barat dan timur kita bisa melihat dua senjata mesin beroda lengkap dengan tempat duduknya, sebelum turun menuju pelataran depan kaki gunung Monumen. Di ujung selatan pelataran berdiri tegak sebuah dinding yang memuat 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949 serta puisi Karawang Bekasi-nya Chairil Anwar untuk pahlawan yang tidak diketahui namanya.
Sekian dulu cerita kami tentang Monjali. Semoga dapat menambah wawasan kita terutama sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan Kemerdekaannya.
No related posts.






No comments yet.